Monday, December 19, 2016

Model Pembelajaran Make A Macth

MAKE A MATCH

Assalamu'alaikum sobat Arum's blog...

Make a match (mencari pasangan) adalah metode pembelajaran dengan mencari pasangan melalui kartu  pertanyaan dan jawaban yang harus ditemukan dan didiskusikan oleh peserta didik.
Model ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994) dalam bukunya Language Arts and Cooperative Learning Lessons for The Little One.
Karakteristik
Inti dari metode tersebut bagaimana peserta didik dapat mencocokkan kartunya dalam waktu yang telah ditentukan.
Filosofi
Metode pembelajaran Make a match ini dapat melatih siswa untuk berani , percaya diri, menguasai materi, jeli dan memanfaatkan waktu secara efektif .

B.   Kegunaan
1.         Penguasaan dan pemahaman suatu konsep bisa lebih cepat
2.         Suasana menyenangkan
3.         Siswa belajar aktif
4.         Guru sebagai pembimbing/fasilitator
5.         Dapat mengidentifikasi permasalahan
6.         Meningkatkan antusiasme dalam pembelajaran
7.         Mengenal karakter siswa lain
8.         Mengembangkan kemampuan berpikir
9.         Memotivasi siswa untuk saling membantu
10.     Menumbuhkan rasa tanggung jawab
11.     Meningkatkan keterampilan sosial
12.     Melatih siswa menyelesaikan suatu masalah
13.     Mengembangkan bakat kepemimpinan
14.     Meningkatkan keterampilan berdiskusi
15.     Meningkatkan kreatifitas siswa
16.     Menghindari kejenuhan

C.    Tahapan Pelaksanaan
1.      Guru menyampaikan kompetensi siswa
  1. Guru menjelaskan tahapan kegiatan pembelajaran.
  2. Guru menjelaskan tahapan make a match.
  3. Guru menyuruh siswa untuk memahami teks bacaan terkait materi yang akan dipelajari.
  4. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.
  5. Setiap siswa mendapatkan sebuah kartu yang bertuliskan soal/jawaban.
  6. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang.
  7. Setiap siswa mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartunya. Misalnya: pemegang kartu yang bertuliskan nama Asmaul Husna akan berpasangan dengan deskripsinya.
  8. Berhadapan dengan pasangan dan menjelaskan makna kartu kepada pasangan.
  9. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.
  10. Guru menunjuk pasangan untuk presentasi.
  11. Setiap pasangan mempresentasikan secara bergiliran hasil temuan mereka, sementara pasangan lain memperhatikan dan memberikan tanggapan dan koreksi.
  12. Siswa membuat kesimpulan dari hasil yang dipresentasikan.
  13. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
  14. Penguatan oleh guru
  15. Tugas
D.   Bahan yang Dipersiapkan
Dalam melaksanakan pembelajaran dengan metode ini diperlukan bahan-bahan sebagai berikut:
  • konsep/permasalahan terkait materi.
  • daftar pertanyaan terkait materi yang dibelajarkan
  • daftar jawaban untuk masing-masing pertanyaan
  • kartu konsep/pertanyaan
  • kertas plano
  • LCD/Laptop
  •  Puzzle
  • Timer

E.    Pokok Bahasan yang Sesuai
Model ini dapat digunakan dalam pembelajaran yang memiliki istilah-istilah yang banyak, hubungan sebab akibat, seperti dalam pembelajaran PAI pada materi:
  1. TENSES
  2. PASSIVE VOICE
  3. Teks Genre

F.    Kiat Sukses dalam Pelaksanaan
Variasi:
  • Penggunaan metode ini dapat divariasikan dengan metode lainnya, seperti inquiry, konstruktivisme, PBL atau yang lainnya. metode ini juga dapat digunakan sebagai penguatan atau pengayaan.
  • Kartu pasangan yang dibuat bisa berupa pasangan soal dengan jawaban, masalah dengan solusi, dan kosep teori dengan realita.
  • Kartu yang dipasangkan bisa berupa kalimat tanya dan jawaban, gambar, foto atau symbol.

Kiat Sukses:
·         Metode ini cocok untuk starter dalam mengembangkan materi pembelajran
·         Metode ini pun cocok untuk mereview materi
·         Instruksi yang diberkan guru harus jelas.
·         Timer terlihat bersama untuk menjaga komitmen waktu.
·         Isi dari pasangan kartu tidak menimbulkan makna ganada
·         Jika metode ini diterapkan dikelas gemuk maka harus ada komitmen di awal, seluruh siswa mencari pasangan tidak mengeluarkan suara.

0 comments:

Post a Comment