Thursday, December 22, 2016

Makna Leksikal dan Makna Gramatikal


    Assalamualaikum sobat Arum's blog,,
       Masih berhubungan dengan Makna yang sebelumnya dibahas. Sebelumnya kita membahas makna denotatif dan makna konotatif. Sekarang kita bergeser ke makna Leksikal dan Gramatikal.
Leksikal adalah bentuka adjektif yang diturunkan dari bentuk nomina leksikon (vokabuler, kosakata, perbendaharaan kata). Satuan  dari leksikon adalah leksem , yaitu satuan bentuk bahasa yang bermakna. Makna lesikal bisa diartikan sebagai makna yang bersifat leksikon, bersifat leksem, bersifat kata atau bisa juga disebut makna yang sesuai dengan referennya, makna yang sesuai dengan observasinya alat indra atau makna yang sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan kita. Umpamanya kata tikus  makna leksikalnya adalah sebangsa binatang pengerat yang dapat menyebabkan penyakit tifus. Makna kata ini jelas dalam kalimat Tikus itu mati diterkam kucing, atau dalam kalimat Panen kali ini gagal akibat hama tikus. Kata tikus pada kedua kalimat jelas merujuk kepada binatang tikus bukan kepada yang lain. Teapi dalam kalimat Yang menjadi tikus di gudang kami ternyata berkepala hitam bukanlah termasuk makna gramatikal karena tidak merujuk kepada binatang tikus melainkan kepada seorang manusia yang perbuatanya memang mirip dengan perbuatan tikus.Bagaimana dengan kata kepala pada frase kepala kantor dan kepala paku ? disini kata kepala itu tidak bermakna leksikal, sebab tidak merujuk pada referen yang sebenarnya. Disini kata kepala digunakan digunakan secara metaforis yakni mempersamakan atau memperbandingkan salah satu ciri makna kata kepala dengan yang ada pada kata kantor dan kata paku. Apakah semua kata dalam bahasa Indonesia bermakna leksikal ? tentu saja tidak. Kata-kata yang dalam gramatika disebut kata penuh (full wod) seperti kata meja, tidur, dan cantik memang memiliki makna leksikal, tetapi yang disebut tuga (function word) seperti kata dan, dalam serta karena tidak memiliki makna leksikal. Dalam gramatika kata-kata tersebut dianggap hanya memiliki tugas gramatikal.

Makna gramatika adalah makna yang hadir sebagai akibat adanya proses gramatika seperti proses afikasi, proses reduplikasi, dan proses komposisi. Proses afikasi awalan ter- pada kata angkat dalam kalimat Batu seberat itu terangkat juga oleh adik melahirkan kata ‘dapat’ dan dalam kalimat ketika balok itu ditarik, papan itu terangkat ke atas melahirkan makna gramatika ‘tidak sengaja’. Kepastian maknanya baru baru diperoleh setelah berada dalam konteks kalimat atau satuan sintaksis lain. Oleh karena itu makna gramatika ini disebut juga makna kontekstual atau makna situasional, selain itu bisa disebut juga makna structural karena proses dan satuan -satuan gramatikal itu selalu berkenaaan dengan struktur ketatabahasaan. Untuk menyatakan ‘jamak’ bahasa Indonesia menggunakan proses reduplikasi seperti kata ‘buku’ yang bermakna ‘sebuah buku’ menjadi ‘buku-buku’ yang berarti ‘banyak buku’, dalam bahasa inggris mengunakan morfem (s) misal nya ‘book’ yang menjadi ‘books’ , kata ‘woman’ yang bermakna seorang wanita menjadi ‘women’ yang bermakna ‘banyak wanita’. Contoh lain kata menyedihkan, menakutkan, dan mengalahkan memiliki makna gramatikal yang sama yaitu ‘membuat jadi yang disebut kata dasarnya’, tetapi kata memenangkan dan menggalakan tidak bermakna gramatikal sebab bukan bermakna ‘membuat jadi menang’ dan ‘membuat di giat’ melainkan bermakna ‘memperoleh kemenangan’ dan ‘menggiatkan’. Dalam proses komposis atau penggabungan melahirkan kata gramatika seperti dalam kata sate ayam dan  sate Madura, dari kedua kata tersebut sama-sama sate tetapi berbeda makna yaitu ‘asal bahan’ dan ‘asal tempat’.
 Terimakasih..
Semoga Bermanfaat bagi pembaca.,.

0 comments:

Post a Comment